Masih mengkaji mengenai QS ad Dukhaan [44] : 10-16. Pada kesempatan ini, asbab an nuzul akan menyajikan pendalaman makna QS ad Dukhaan [44] : 10 dan 16 melalui Hadits shahih nomor 964 dalam kitab Shahih Bukhari. Berikut adalah riwayatnya:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir dari Sufyan telah menceritakan kepada kami Manshur dan Al A'masy dari Abu Adl Dluha dari Masyruq berkata, "Aku pernah menemui Ibnu Mas'ud, lalu ia berkata, "Orang-orang Quraisy telah berpaling dari (menolak) Islam, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdoa agar mereka terkena adzab. Maka terjadilah masa paceklik dimana tidak ada tumbuhan-tumbuhan yang hidup sehingga mereka memakan kulit, bangkai dan barang-barang yang telah busuk. Kemudian datang Abu Sufyan kepada beliau seraya berkata, "Ya Muhammad, kamu telah datang untuk memerintahkan orang agar menyambung silaturrahim, sekarang kaummu telah binasa. Maka mintalah kepada Allah!" Beliau kemudian membaca ayat: '(Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata) ' (Qs. Adl Dlukhaan: 10). Namun kemudian mereka kembali kepada kekafiran mereka. Maka terjadilah seperti dalam firman-Nya: '(Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya kami adalah pemberi balasan) ' (Qs. Adl Dlukhaan: 16). Yakni pada saat perang Badar." Abu 'Abdullah berkata; Asbath menambahkan dari Manshur, "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa hingga mereka mendapatkan air hujan, dan hujan tersebut menyelimuti mereka selama tujuh hari. Kemudian orang-orang mengeluh karena hujan yang lebat terus menerus. Beliau kemudian berdoa: "Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahyakan kami." Maka awan pun menyingkir dari atas kepala beliau, lalu orang-orang mendapatkan air dari sekeliling mereka."
....Baca Selengkapnya
Tulisan ini sama-sama mengkaji QS ad Dukhaan [44] : 10-16. Sebelumnya, pembahasan yang sama telah ditulis sebelumnya pada http://asbabunnuzulquran.blogspot.com/2014/06/asbabunnuzul-qs-ad-dukhaan-44-10-16.html. Perbedaannya terletak pada nomor hadits. Pada kesempatan ini, hadits yang digunakan adalah hadits shahih nomor 952 pada kitab shahih bukhari. Berikut adalah haditsnya:

Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Abu Adl Dluha dari Masyruq berkata, "Kami pernah bersama 'Abdullah ketika dia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika melihat orang-orang berpaling (dari Islam): "Ya Allah, timpakanlah kepada mereka masa paceklik tujuh tahun seperti kejadian zaman Yusuf." Maka terjadilah masa paceklik tersebut dimana tidak ada tunbuhan-tunbuhan yang tumbuh sehingga mereka memakan kulit, bangkai dan barang-barang busuk. Kemudian ada seorang dari mereka yang memandang ke langit melihat awan lantaran lapar. Lalu Abu Sufyan menemui beliau seraya berkata, "Ya Muhammad, kamu adalah orang yang memerintahkan untuk taat kepada Allah dan menyambung silaturrahim, kaummu telah binasa, maka mintalah kepada Allah untuk mereka." Allah lalu berfirman: '(Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata) hingga firman-Nya: '(Sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar). (Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya kami adalah pemberi balasan) ' (Qs. Ad Dukhaan: 10-16). Siksaan (hantaman yang keras) adalah saat mereka terbunuh dalam perang Badar. Dan saat awan gelap sudah berlalu."
....Baca Selengkapnya
Berikut adalah riwayat mengenai latar belakang turunnya QS ad Dukhaan [44] ayat 10-16. Riwayat tersebut diambil dari kitab Shahih Bukhari dengan nomor urut hadits 952. Menurut hasil Ijma' para ulama, hadits ini tergolong dalam hadits yang shahih. Berikut adalah riwayatnya:

Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Abu Adl Dluha dari Masyruq berkata, "Kami pernah bersama 'Abdullah ketika dia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika melihat orang-orang berpaling (dari Islam): "Ya Allah, timpakanlah kepada mereka masa paceklik tujuh tahun seperti kejadian zaman Yusuf." Maka terjadilah masa paceklik tersebut dimana tidak ada tunbuhan-tunbuhan yang tumbuh sehingga mereka memakan kulit, bangkai dan barang-barang busuk. Kemudian ada seorang dari mereka yang memandang ke langit melihat awan lantaran lapar. Lalu Abu Sufyan menemui beliau seraya berkata, "Ya Muhammad, kamu adalah orang yang memerintahkan untuk taat kepada Allah dan menyambung silaturrahim, kaummu telah binasa, maka mintalah kepada Allah untuk mereka." Allah lalu berfirman: '(Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata) hingga firman-Nya: '(Sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar). (Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya kami adalah pemberi balasan) ' (Qs. Ad Dukhaan: 10-16). Siksaan (hantaman yang keras) adalah saat mereka terbunuh dalam perang Badar. Dan saat awan gelap sudah berlalu."
....Baca Selengkapnya
Fushshilat 54
Asy Syuura 53
Az Zukhruf 89
Ad Dukhaan 59
Al Jaatsiyah 37
Al Ahqaaf 35
Muhammad 38
Al Fath 29
Al Hujuraat 18
Qaaf 45
Adz Dzariyaat 60
Ath Thuur 49
An Najm 62
Al Qamar 55
Ar Rahmaan 78
....Baca Selengkapnya