Showing posts with label Luqman. Show all posts
Showing posts with label Luqman. Show all posts

Saturday, July 19, 2014

Quran Surat Luqman ayat 35|Penjelasan

Ikhtisar Quran Surat Luqman[31] ayat 35, kaitannya dengan kandungan Hadis Bukhari Nomor 4261

Quran Surat Luqman[31] ayat 35 di dalamnya memaparkan mengenai tema "5 misteri ilahi". Riwayat yang berkaitan dengan Quran Surat Luqman[31] ayat 35 diantaranya adalah Hadis Bukhari nomor 4261 dalam kitab Shahih Bukhari. Mengenai isi hadis yang terkait dengan Quran Surat Luqman[31] ayat 35 ini, akan dielaborasi (dipaparkan lebih detail) pada kajian di bawah ini.

Kajian Quran Surat Luqman[31] ayat 35, kaitannya dengan kandungan Hadis Bukhari Nomor 4261

Bismillahirrahmaanirrahiim...
Alhamdulillah, pada kesempatan ini Asbabun Nuzul Quran bisa kembali berbagi Hadits/Hadis/Hadith (macam-macam orang menyebutnya). Yaitu berbagi sebuah hadis yang memiliki kaitan dengan ayat-ayat al Quran (Qur’an/al Qur’an), baik sebagai penjelasan, implementasi kandungan makna sebuah ayat, maupun sebagai Asbabun Nuzul sebuah ayat al Quran. Sebelumnya, kami telah berbagi Hadis Bukhari nomor 4259 yang matannya berkaitan dengan Quran Surat al Ma'idah[5] ayat 117-118 v.2. Bagi yang ingin menyegarkan kembali ingatan mengenai tulisan kami sebelumnya, bisa dikaji melalui link http://asbabunnuzulquran.blogspot.com/2014/07/quran-surat-al-maidah-ayat-117-118.html dengan judul Quran Surat al Ma'idah[5] ayat 117-118 v.2 | Penjelasan .
Pada tulisan ini, Asbabun Nuzul Quran akan kembali berbagi hadis yang memiliki kaitan dengan ayat-ayat al Quran. Mari kita kaji hadits di bawah ini!
Quran Surat Luqman ayat 35|Penjelasan
Telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'ad dari Ibnu Syihab dari Salim bin 'Abdullah dari Bapaknya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kunci-kunci hal yang ghaib itu ada lima, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Ta'ala: Sesungguhnya hanya Allah lah yang mengetahui datangnya hari kiamat, dan Dia lah Dzat yang menurunkan hujan, yang mengetahui janin yang ada dalam kandungan, dan jiwa manusia tidak mengetahui apa yang akan dapat diperbuatnya esok hari, dan ia juga tidak tahu di bumi mana dia akan mati, Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui."

Keterangan Hadits Bukhari Nomor 4261 terkait dengan Quran Surat Luqman[31] ayat 117-118 v.2

Riwayat hadis tersebut berisi mengenai tema “5 misteri ilahi”. Kutipan hadis di atas diambil kitab Shahih Bukhari dengan nomor 4261. Selain dari kitab Shahih Bukhari, hadis dengan sanad dan matan yang sama juga terdapat dalam kitab Fathul Bari nomor 4627. Menurut ijma ulama, hadis di atas termasuk dalam kategori hadis Shahih. Sehingga bisa dijadikan referensi yang baik untuk mengkaji makna sebuah ayat, maupun digunakan sebagai inspirasi dalam rangka mencari solusi atas sebuah permasalahan. hadis ini juga merupakan rujukan yang kuat untuk mendalami makna Quran Surat Luqman[31] ayat 35, dilihat dari sisi metode tafsir bil Ma’tsur khususnya tafsir Quran bil Hadis. Walaupaun, tidak sedikit hadis yang didalamnya menjelaskan keterkaitan ayat dengan ayat lainnya, atau yang disebut dengan istilah tafsir bil Ma’tsur ayat bil ayat. Sehingga bisa dikatakan bahwa kajian seperti ini, menurut teori metodologi tafsir bil ma’tsur merupakan “pintu gerbang” utama untuk membuka “tabir” makna secara utuh sebuah ayat al Quran.
Dilihat dari sisi matannya (isi/kandungan), hadis di atas termasuk hadis yang memiliki kaitan dengan ayat-ayat al Quran. Dalam hal ini, Hadis Bukhari nomor 4261 berisi mengenai riwayat yang menjelaskan kandungan makna sebuah ayat al Quran, dan atau sebagai riwayat yang memaparkan contoh penerapan kandungan makna ayat al Quran di zaman Rasulullah SAW. Dalam konteks hadis ini, yaitu terkait dengan Quran Surat Luqman[31] ayat 35.

Terimakasih telah berkunjung di

Asbabun Nuzul Qur'an

artikel yang sedang dibaca berjudul

Quran Surat Luqman[31] ayat 35 | Penjelasan

atikel ini bersumber pada sebuah hadits shahih, yaitu Hadits Bukhari no 4261 yang didalamnya berkaitan dengan

Quran Surat Luqman[31] ayat 35

Hadits ini di ambil dari

Kitab Hadits Shahih Bukhari

....Baca Selengkapnya

Wednesday, June 11, 2014

Daftar Surat dalam al Qur'an [bagian II]

Al Anbiyaa'     112
Al Hajj     78
Al Mu'minuun     118
An Nuur     64
Al Furqaan     77
Asy Syu'araa'     227
An Naml     93
Al Qashash     88
Al 'Ankabuut     69
Ar Ruum     60
Luqman     34
As Sajdah     30
Al Ahzab     73
Saba'     54
Faathir     45
Yaasiin     83
Ash Shaaffat     182
Shaad     88
Az Zumar     75
Al Mu'min     85
....Baca Selengkapnya

Thursday, June 5, 2014

Asbabunnuzul QS Luqman [31] : 34

Ada sebuah kalimat menarik dalam dinding facbook. Kurang lebih isinya begini “gula itu manis, rasa manis itu tidak bisa dijabarkan dengan perkataan. Penjelasan mengenai rasa manis itu hanya bisa dijabarkan apabla kita merasakannya langsung”. Analogi tersebut rasanya cocok digunakan untuk menjelaskan mengenai Iman. Kita tidak akan merasakan bagaimana sebearnya yang dimaksud dengan iman itu, kecuali dengan cara kita merasakannya langsung. Dengan cara ini, kita bisa tau apa yang dimaksud dengan iman itu. Yakinlah bahwa Allah maha pengetahui apa yang nampak dan apa yang tidak nampak (tidak terindra).
Salah satu rukun iman adalah percaya pada hari kiamat. Kapan itu terjadi? Jawabannya tidak ada yang tau, bahkan Rasulpun tidak mengetahuinya. Rasulullah hanya dibeikan tanda-tandanya saha oleh Allah melalui malaikat Jibril. Berikut adalah uraiannya:
“Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Abu Hayyan At Taimi dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah berkata; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari muncul kepada para sahabat, lalu datang Malaikat Jibril 'Alaihis Salam yang kemudian bertanya: "Apakah iman itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari berbangkit". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah Islam itu?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Islam adalah kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, kamu dirikan shalat, kamu tunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadlan". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah ihsan itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kamu menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu". (Jibril 'Alaihis salam) berkata lagi: "Kapan terjadinya hari kiamat?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Yang ditanya tentang itu tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi aku akan terangkan tanda-tandanya; (yaitu); jika seorang budak telah melahirkan tuannya, jika para penggembala unta yang berkulit hitam berlomba-lomba membangun gedung-gedung selama lima masa, yang tidak diketahui lamanya kecuali oleh Allah". Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca: "Sesungguhnya hanya pada Allah pengetahuan tentang hari kiamat" (QS. Luqman: 34). Setelah itu Jibril 'Alaihis salam pergi, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "hadapkan dia ke sini." Tetapi para sahabat tidak melihat sesuatupun, maka Nabi bersabda; "Dia adalah Malaikat Jibril datang kepada manusia untuk mengajarkan agama mereka." Abu Abdullah berkata: "Semua hal yang diterangkan Beliau shallallahu 'alaihi wasallam dijadikan sebagai iman.”
Hadits tersebut merupakan riwayat yang menjadi latar belakan turunnya QS Luqman [31] : 34. Menurut ijma’ ulama, hadits no dengan no urut 48 dalam kitab shahih bukhari ini termasuk dalam kategori hadits shahih. Sehingga kita bisa menjadikannya hujjah, dalam rangka memahami makna QS Luqman [31] : 34 sesuai dengan konteks pada saat turunnya ayat tersebut.

....Baca Selengkapnya

Asbabunnuzul QS Lukman [31] : 13

Dalam menunaikan misi sebagai hamba, tidak serta merta seluruh manusia mudah dalam beribadah kepada Allah SWT. Banyak lika-liku yang dilalui manusia untuk mulus beribadah. Mulai dari godaan internal, hingga godaan yang sifatnya eksternal. Akan tetapi, diantara berbagai godaan, salah satu godaan yang mudah dilakukan diantaranya adalah berbuat dzalim. Berbuat dzalim pun ada tingkatannya, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Lalu apakah perbuatan dzaling yang termasuk dalam kategori dzalim tingkat tinggi? Jawabannya ada dalam QS Luqman [31] : 13. Bagai mana bisa? Simak asbabunnuzulnya sebagai berikut!
kesyirikan adalah kezhaliman yang besar

“Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dan juga telah meriwayatkan hadits yang serupa ini, Telah menceritakan kepadaku Bisyir bin Khalid Abu Muhammad Al 'Asykari berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far dari Syu'bah dari Sulaiman dari Ibrahim dari Alqamah dari Abdullah berkata: ketika turun ayat: "Orang-orang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezhaliman" para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Siapakah diantara kami yang tidak berbuat zhalim? Maka Allah 'azza wajalla menurunkan (firman-Nya): "Sesungguhnya kesyirikan adalah kezhaliman yang besar". (QS. Luqman: 13)
Semoga sedikit tulisan sederhana ini bisa menjadi inspirasi untuk mengkaji lebih dalam makna yang terkadung dalam QS Lukman [31] : 13.
....Baca Selengkapnya