Sunday, June 15, 2014

Penjelasan QS ad Dukhan [44] : 10 dan 16

Masih mengkaji mengenai QS ad Dukhaan [44] : 10-16. Pada kesempatan ini, asbab an nuzul akan menyajikan pendalaman makna QS ad Dukhaan [44] : 10 dan 16 melalui Hadits shahih nomor 964 dalam kitab Shahih Bukhari. Berikut adalah riwayatnya:
quran surat ad dukhan ayat 10 dan 16
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir dari Sufyan telah menceritakan kepada kami Manshur dan Al A'masy dari Abu Adl Dluha dari Masyruq berkata, "Aku pernah menemui Ibnu Mas'ud, lalu ia berkata, "Orang-orang Quraisy telah berpaling dari (menolak) Islam, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdoa agar mereka terkena adzab. Maka terjadilah masa paceklik dimana tidak ada tumbuhan-tumbuhan yang hidup sehingga mereka memakan kulit, bangkai dan barang-barang yang telah busuk. Kemudian datang Abu Sufyan kepada beliau seraya berkata, "Ya Muhammad, kamu telah datang untuk memerintahkan orang agar menyambung silaturrahim, sekarang kaummu telah binasa. Maka mintalah kepada Allah!" Beliau kemudian membaca ayat: '(Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata) ' (Qs. Adl Dlukhaan: 10). Namun kemudian mereka kembali kepada kekafiran mereka. Maka terjadilah seperti dalam firman-Nya: '(Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya kami adalah pemberi balasan) ' (Qs. Adl Dlukhaan: 16). Yakni pada saat perang Badar." Abu 'Abdullah berkata; Asbath menambahkan dari Manshur, "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa hingga mereka mendapatkan air hujan, dan hujan tersebut menyelimuti mereka selama tujuh hari. Kemudian orang-orang mengeluh karena hujan yang lebat terus menerus. Beliau kemudian berdoa: "Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahyakan kami." Maka awan pun menyingkir dari atas kepala beliau, lalu orang-orang mendapatkan air dari sekeliling mereka."