Showing posts with label Al Mumtahanah. Show all posts
Showing posts with label Al Mumtahanah. Show all posts

Friday, July 11, 2014

Quran Surat al Mumtahanah[60] ayat 1 - Penjelasan

Bismillahirrahmaanirrahiim...
Alhamdulillah, pada kesempatan ini Asbabun Nuzul Qur'an bisa kembali berbagi Hadits/Hadis/Hadith (macam-macam orang menyebutnya). Yaitu berbagi sebuah hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Quran (Qur’an/al Qur’an), baik sebagai penjelasan, implementasi kandungan makna sebuah ayat, maupun sebagai Asbabun Nuzul sebuat ayat al Quran. Sebelumnya, kami telah berbagi hadits Bukhari nomor 3864 yang matannya berkaitan dengan Quran Surat al Ahzab[33] ayat 21. Bagi yang ingin menyegarkan kembali ingatannya mengenai tulisan sebelumnya, bisa anda di lihat pada link http://asbabunnuzulquran.blogspot.com/2014/07/quran-surat-al-ahzab33-ayat-21.html dengan judul Quran Surat al Ahzab[33] ayat 21 - Penjelasan .
Pada tulisan ini, Asbabun Nuzul Quran akan kembali berbagi HADITH yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat AL QURAN. Mari kita kaji Hadits di bawah ini!
Quran Surat al Mumtahanah ayat 1
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Said Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amru bin Dinar, katanya telah mengabarkan kepadaku Al Hasan bin Muhammad ia mendengar Ubaidullah bin Abu Rafi' mengatakan, aku mendengar Ali radliallahu 'anhu berujar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutusku, Zubair, dan Miqdad, pesan beliau: "Berangkatlah kalian hingga kalian sampai "Raudhah Khakh", sebab disana ada seorang wanita penunggang unta yang membawa surat, rebutlah surat itu." Kata Ubaidullah bin Rafi', kami pun berangkat dan kuda kami pacu secepat-cepatnya hingga kami tiba di Raudah Khakh, disana telah ada ada seorang wanita menunggang unta. Kami katakan kepadanya; "Tolong keluarkan suratmu." "Aku tak membawa surat." Jawab si wanita tersebut. Maka terpaksa kami katakana; "Kamu harus keluarkan surat itu, atau kami yang akan menelanjangi pakaianmu!" Kata Ubaidullah, maka si wanita itu akhirnya mau mengeluarkan suratnya dari gelung rambutnya, dan kami bawa surat tersebut kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Ternyata surat tersebut berasal dari Khatib bin Abu Balta'ah Al Ansahri untuk beberapa orang musyrik Makkah, memberitakan mereka beberapa kebijakan Rasulullah yang akan beliau lakukan. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menginterogasi Hatib bin Abu Balta'ah dengan berujar "Wahai Hathib, apa maksudmu menulis surat seperti ini?" Jawab Hathib "Wahai Rasulullah, jangan engkau terburu-buru menghukumku, aku adalah seseorang yang dahulu terdampar di Quraisy, -lantas ia jelaskan, dia adalah sekutunya, namun bukan berasal dari cucu keturunannya-. Orang-orang muhajirin yang bersamamu mempunyai banyak kerabat yang menjaga keluarga dan harta mereka, maka aku juga pingin jika aku tak punya nasab, aku cari pelindung disisi mereka sehingga menjaga keakrabanku. Aku lakukan bukan karena aku murtad dari agamaku, bukan pula berarti aku ridla terhadap kekafiran setelah keIslaman." Rasulullah memberi komentar "Hatib memang telah jujur kepada kalian." Umar namun menyampaikan sikap kerasnya "Wahai Rasulullah, biarkan aku untuk memenggal leher si munafik ini." Rasulullah mencegahnya seraya berujar "Dia, Hatib, telah ikut perang badar, siapa tahu Allah telah mengintip semua pengikut perang Badar dan bertitah "lakukan yang kalian suka, AKU telah mengampuni kalian, maka turunlah ayat: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian ambil musuh-Ku dan musuh kalian sebagai pelindung, kamu nampakkan kecintaan kepada mereka, padahal, mereka mengkufuri kebenaran yang datang kepada kalian." -sampai ayat "Telah sesat dari jalan yang lurus- (QS. Mumtahanah ayat 1).

Keterangan Hadits:
Kutipan Hadits di atas diambil kitab Shahih Bukhari dengan nomor 3939. Selain dari kitab Shahih Bukhari, hadis dengan sanad dan matan yang sama juga terdapat dalam kitab Fathul Bari nomor 4274. Menurut ijma ulama, HADITS di atas termasuk dalam kategori hadith Shahih. Sehingga bisa dijadikan referensi yang baik untuk mengkaji makna sebuah ayat, maupun digunakan sebagai inspirasi dalam rangka mencari solusi atas sebuah permasalahan. Dilihat dari sisi matannya (isi/kandungan), HADIS di atas termasuk hadith yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat Al QURAN. Dalam hal ini, hadits Bukhari nomor 3939 berisi mengenai riwayat yang menjelaskan kandungan makna sebuah ayat al Quran, atau sebagai riwayat yang memaparkan implementasi kandungan makna dari ayat AL QURAN pada zaman Rasulullah SAW, dalam kanteks hadith ini yaitu terkait dengan Quran Surat al Mumtahanah[60] ayat 1.

Teimakasih telah berkunjung di

Asbabun Nuzul Qur'an

artikel yang sedang dibaca berjudul

QURAN SURAT al Mumtahanah[60] ayat 1 - Penjelasan

atikel ini bersumber pada sebuah hadits shahih, yaitu Hadits Bukhari no 3939 yang didalamnya berkaitan dengan

Quran Surat al Mumtahanah[60] ayat 1

Hadits ini di ambil dari

Kitab Hadits Shahih Bukhari

....Baca Selengkapnya

Wednesday, July 9, 2014

Penjelasan QS al Mumtahanah[60] ayat 12

Bismillahirrahmaanirrahiim...
Alhamdulillah, pada kesempatan ini Asbabun Nuzul Qur'an bisa kembali berbagi Hadits. Sebuah hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Qur'an, baik sebagai penjelasan, implementasi kandungan makna sebuah ayat, maupun sebagai AsbabunNuzul sebuat ayat al Qur'an. Sebelumnya, kami telah berbagi hadits Bukhari nomor 3859 yang matannya berkaitan dengan QS al Fath[48] ayat 1. Bagi yang ingin menyegarkan kembali ingatannya mengenai tulisan sebelumnya, bisa di lihat pada link http://asbabunnuzulquran.blogspot.com/2014/07/penjelasan-qs-al-fath48-ayat-1-v2.html dengan judul Penjelasan QS al Fath[48] ayat 1 .
Pada tulisan ini, Asbabun Nuzul Qur'an akan kembali berbagi mengenai Hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Qur'an. Mari kita kaji Hadits di bawah ini!
qur'an surat al mumtahanah ayat 12
Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepadaku 'Urwah bin Az Zubair bahwa Aisyah radliallahu 'anha, istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menguji wanita mukminat yang datang berhijrah kepada beliau berdasarkan ayat ini: "Wahai Nabi, jika datang kepadamu wanita-wanita mu'minat untuk berbai'at kepadamu...". QS Al Mumtahanah: 12. Dan dari pamannya berkata; telah sampai kepada kami ketika Allah Ta'ala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam agar mengembalikan kepada kaum musyrikin apa yang telah mereka berikan sebagai nafkah (mahar) kepada istri-istri mereka yang telah berhijrah. Dan telah sampai pula berita bahwa Abu Bashir.." Lalu dia menceritakan kisah selengkapnya.

Keterangan Hadits:
Kutipan Hadits di atas diambil kitab Shahih Bukhari dengan nomor 3862. Selain dari kitab Shahih Bukhari, hadits dengan sanad dan matan yang sama juga terdapat dalam kitab Fathul Bari nomor 4182. Menurut ijma ulama, hadits di atas termasuk dalam kategori hadits Shahih. Sehingga bisa dijadikan referensi yang baik untuk mengkaji makna sebuah ayat, maupun digunakan dalam rangka mencari solusi atas sebuah permasalahan. Dilihat dari sisi matannya, hadits di atas termasuk hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Qur'an. Dalam hal ini, hadits Bukhari nomor 3862 merupakan riwayat yang menjelaskan kandungan makna sebuah ayat al Qur'an, atau sebagai riwayat yang berisi mengenai gambaran implementasi kandungan makna dari QS al Mumtahanah[60] ayat 12.

Teimakasih telah berkunjung di

Asbabun Nuzul Qur'an

artikel yang sedang dibaca berjudul

Penjelasan QS al Mumtahanah[60] ayat 12

atikel ini merupakan Hadits Bukhari no 3862 yang berkaitan dengan

QS al Mumtahanah[60] ayat 12

Hadits ini di ambil dari

Kitab Hadits Shahih Bukhari

....Baca Selengkapnya

Wednesday, June 11, 2014

Penjelasan QS al Mumtahanah [60] : 12

Berikut ini adalah riwayat mengenai penjelasan sebagian kandungan makna dalam QS al Mumtahanah [60] ayat 12. Riwayat tersebut diambil dari Kitab Shahih Bukhari dengan nomor urut hadits 926. Menurut Ijma' para ulama, Hadits ini termasuk dalam kategori hadits shahih. Berikut adalah riwayatnya:
quran surat al mumtahanah ayat 12
Ibnu Juraij berkata; telah mengabarkan kepadaku Al Hasan bin Muslim dari Thawus dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma, ia berkata, "Aku pernah menghadiri shalat 'Idul Fitri bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, 'Umar dan 'Utsman? radliallahu 'anhum. Mereka semua melaksanakan shalat sebelum khutbah, dan menyampaikan khutbah setelah shalat. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian pergi dan aku melihat seakan beliau memberi isyarat dengan tangannya agar jama'ah tetap duduk di tempatnya. Kemudian beliau melewati dan membelah shaf-shaf mereka hingga sampai pada jama'ah para wanita, dan saat itu Bilal juga bersama beliau. Beliau kemudian membaca ayat: '(Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, …) ' (Qs. Al Mumtahanah: 12), selesai membaca ayat tersebut beliau mengatakan: "Apakah kalian siap untuk itu?" salah seorang wanita dari mereka -dan tidak ada yang berani menjawab selain dia- berkata, "Ya." -namun Hasan tidak tahu siapa wanita tersebut. Perawi berkata, "Kemudian mereka bersedekah dan Bilal membentangkan selembar kain, kemudian Bilal berkata, "Demi bapak dan ibuku, kemarilah! Sungguh, itu akan menjadi tebusan bagi kalian." Mereka kemudian melemparkan gelang (besar) dan cincin mereka ke dalam kain yang dibawa oleh Bilal." Abdurrazaq berkata, "Al Fatakh adalah cincin besar (gelang) yang bisa mereka pakai pada masa jahiliyah."
....Baca Selengkapnya

Daftar Surat dalam al Qur'an [bagian IV]

Al Waaqi'ah     96
Al Hadiid     29
Al Mujaadilah     22
Al Hasyr     24
Al Mumtahanah     13
Ash Shaff     14
Al Jumu'ah     11
Al Munaafiquun     11
At Taghaabun     18
Ath Thalaaq     12
At Tahriim     12
Al Mulk     30
Al Qalam     52
Al Haaqqah     52
Al Ma'aarij     44
....Baca Selengkapnya