Thursday, June 5, 2014

Asbabunnuzul QS Luqman [31] : 34

Ada sebuah kalimat menarik dalam dinding facbook. Kurang lebih isinya begini “gula itu manis, rasa manis itu tidak bisa dijabarkan dengan perkataan. Penjelasan mengenai rasa manis itu hanya bisa dijabarkan apabla kita merasakannya langsung”. Analogi tersebut rasanya cocok digunakan untuk menjelaskan mengenai Iman. Kita tidak akan merasakan bagaimana sebearnya yang dimaksud dengan iman itu, kecuali dengan cara kita merasakannya langsung. Dengan cara ini, kita bisa tau apa yang dimaksud dengan iman itu. Yakinlah bahwa Allah maha pengetahui apa yang nampak dan apa yang tidak nampak (tidak terindra).
Salah satu rukun iman adalah percaya pada hari kiamat. Kapan itu terjadi? Jawabannya tidak ada yang tau, bahkan Rasulpun tidak mengetahuinya. Rasulullah hanya dibeikan tanda-tandanya saha oleh Allah melalui malaikat Jibril. Berikut adalah uraiannya:
“Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Abu Hayyan At Taimi dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah berkata; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari muncul kepada para sahabat, lalu datang Malaikat Jibril 'Alaihis Salam yang kemudian bertanya: "Apakah iman itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari berbangkit". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah Islam itu?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Islam adalah kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, kamu dirikan shalat, kamu tunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadlan". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah ihsan itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kamu menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu". (Jibril 'Alaihis salam) berkata lagi: "Kapan terjadinya hari kiamat?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Yang ditanya tentang itu tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi aku akan terangkan tanda-tandanya; (yaitu); jika seorang budak telah melahirkan tuannya, jika para penggembala unta yang berkulit hitam berlomba-lomba membangun gedung-gedung selama lima masa, yang tidak diketahui lamanya kecuali oleh Allah". Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca: "Sesungguhnya hanya pada Allah pengetahuan tentang hari kiamat" (QS. Luqman: 34). Setelah itu Jibril 'Alaihis salam pergi, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "hadapkan dia ke sini." Tetapi para sahabat tidak melihat sesuatupun, maka Nabi bersabda; "Dia adalah Malaikat Jibril datang kepada manusia untuk mengajarkan agama mereka." Abu Abdullah berkata: "Semua hal yang diterangkan Beliau shallallahu 'alaihi wasallam dijadikan sebagai iman.”
Hadits tersebut merupakan riwayat yang menjadi latar belakan turunnya QS Luqman [31] : 34. Menurut ijma’ ulama, hadits no dengan no urut 48 dalam kitab shahih bukhari ini termasuk dalam kategori hadits shahih. Sehingga kita bisa menjadikannya hujjah, dalam rangka memahami makna QS Luqman [31] : 34 sesuai dengan konteks pada saat turunnya ayat tersebut.