Showing posts with label An Naml. Show all posts
Showing posts with label An Naml. Show all posts

Wednesday, July 9, 2014

Penjelasan QS an Naml[27] ayat 80 v.2

Bismillahirrahmaanirrahiim...
Alhamdulillah, pada kesempatan ini Asbabun Nuzul Qur'an bisa kembali berbagi Hadits. Sebuah hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Qur'an, baik sebagai penjelasan, implementasi kandungan makna sebuah ayat, maupun sebagai AsbabunNuzul sebuat ayat al Qur'an. Sebelumnya, kami telah berbagi hadits Bukhari nomor 3681 yang matannya berkaitan dengan QS an Naml[27] ayat 80 dan QS Faathir[35] ayat 22. Bagi yang ingin menyegarkan kembali ingatannya mengenai tulisan sebelumnya, bisa di lihat pada link http://asbabunnuzulquran.blogspot.com/2014/07/penjelasan-qs-naml27-ayat-80-dan-qs.html dengan judul Penjelasan QS an Naml[27] ayat 80 dan QS Faathir[35] ayat 22 .
Pada tulisan ini, Asbabun Nuzul Qur'an akan kembali berbagi mengenai Hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Qur'an. Mari kita kaji Hadits di bawah ini!
qur'an surat an Naml ayat 80
Telah menceritakan kepadaku 'Utsman telah menceritakan kepada kami 'Abdah dari Hisyam dari bapaknya dari Ibnu 'Umar berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiridi pinggir sumur Badar lalu berkata: "Apakah kalian telah mendapatkan apa yang dijanjikan oleh tuhan kalian dengan benar"Lalu beliau berkata lagi: "Sungguh mereka mendengar apa yang aku ucapkan". Kemudian hal ini diceritakan kepada 'Aisyah, maka dia berkata; "Sesungguhnya yang diucapkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah: "Sesungguhnya sekarang mereka mengetahui bahwa apa yang aku katakan (risalahku) kepada mereka adalah benar". Kemudian 'Aisyah radliallahu 'anha membaca firman Allah Ta'ala yang artinya: "Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang yang sudah mati dapat mendengar" (QS an-Naml ayat 80) hingga akhir ayat tersebut.

Keterangan Hadits:
Kutipan Hadits di atas diambil kitab Shahih Bukhari dengan nomor 3682. Selain dari kitab Shahih Bukhari, hadits dengan sanad dan matan yang sama juga terdapat dalam kitab Fathul Bari nomor 0. Menurut ijma ulama, hadits di atas termasuk dalam kategori hadits Shahih. Sehingga bisa dijadikan referensi yang baik untuk mengkaji makna sebuah ayat, maupun digunakan dalam rangka mencari solusi atas sebuah permasalahan. Dilihat dari sisi matannya, hadits di atas termasuk hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Qur'an. Dalam hal ini, hadits Bukhari nomor 3682 merupakan riwayat yang menjelaskan kandungan makna sebuah ayat al Qur'an, atau sebagai riwayat yang berisi mengenai gambaran implementasi kandungan makna dari QS an Naml[27] ayat 80 dan QS Faathir[35] ayat 22.

Teimakasih telah berkunjung di

Asbabun Nuzul Qur'an

artikel yang sedang dibaca berjudul

Penjelasan QS an Naml[27] ayat 80 dan QS Faathir[35] ayat 22

atikel ini merupakan Hadits Bukhari no 3682 yang berkaitan dengan

QS an Naml[27] ayat 80 dan QS Faathir[35] ayat 22

Hadits ini di ambil dari

Kitab Hadits Shahih Bukhari

....Baca Selengkapnya

Penjelasan QS an Naml[27] ayat 80 dan QS Faathir[35] ayat 22

Bismillahirrahmaanirrahiim...
Alhamdulillah, pada kesempatan ini Asbabun Nuzul Qur'an bisa kembali berbagi Hadits. Sebuah hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Qur'an, baik sebagai penjelasan, implementasi kandungan makna sebuah ayat, maupun sebagai AsbabunNuzul sebuat ayat al Qur'an. Sebelumnya, kami telah berbagi hadits Bukhari nomor 3680 yang matannya berkaitan dengan QS Ibrahim[14] ayat 28. Bagi yang ingin menyegarkan kembali ingatannya mengenai tulisan sebelumnya, bisa di lihat pada link http://asbabunnuzulquran.blogspot.com/2014/07/penjelasan-qs-ibrahim14-ayat-28.html dengan judul Penjelasan QS Ibrahim[14] ayat 28 .
Pada tulisan ini, Asbabun Nuzul Qur'an akan kembali berbagi mengenai Hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Qur'an. Mari kita kaji Hadits di bawah ini!
qur'an surat an naml ayat 80
Telah menceritakan kepadaku 'Ubaid bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam dari bapaknya berkata; Diceritakan di hadapan 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Ibnu 'Umar Radlia Allahu anhuma menganggap bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Bahwa orang yang telah mati akan disiksa didalam kuburnya disebabkan tangisan keluarganya". Maka 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; "Tidak begitu. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya seseorang disiksa karena kesalahan dan dosanya dan sesungguhnya keluarganya menangisinya sekarang". 'Aisyah radliallahu 'anha menambahkan; "Dan itu seperti sabda beliau dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di pinggir lubang (Badar) yang didalamnya ada jasad orang musyrikin yang terbunuh, beliau berbicara kepada mereka, tapi beliau tidak berkata: "Sungguh mereka mendengar apa yang aku ucapkan". Beliau katakan: "Sesungguhnya sekarang mereka baru mengetahui bahwa apa yang aku katakan (risalahku) kepada mereka adalah benar". Kemudian 'Aisyah radliallahu 'anha membaca firman Allah Ta'ala yang artinya: "Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang yang sudah mati dapat mendengar" (QS an-Naml ayat 80)."Dan kamu juga tidak dapat mendengar orang yang ada di dalam qubur".(QS Fathir ayat 22). 'Urwah berkata; "Ketika mereka menempati tempat duduk mereka di neraka".

Keterangan Hadits:
Kutipan Hadits di atas diambil kitab Shahih Bukhari dengan nomor 3681. Selain dari kitab Shahih Bukhari, hadits dengan sanad dan matan yang sama juga terdapat dalam kitab Fathul Bari nomor 0. Menurut ijma ulama, hadits di atas termasuk dalam kategori hadits Shahih. Sehingga bisa dijadikan referensi yang baik untuk mengkaji makna sebuah ayat, maupun digunakan dalam rangka mencari solusi atas sebuah permasalahan. Dilihat dari sisi matannya, hadits di atas termasuk hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Qur'an. Dalam hal ini, hadits Bukhari nomor 3681 merupakan riwayat yang menjelaskan kandungan makna sebuah ayat al Qur'an, atau sebagai riwayat yang berisi mengenai gambaran implementasi kandungan makna dari QS an Naml[27] ayat 80 dan QS Faathir[35] ayat 22.

Teimakasih telah berkunjung di

Asbabun Nuzul Qur'an

artikel yang sedang dibaca berjudul

Penjelasan QS an Naml[27] ayat 80 dan QS Faathir[35] ayat 22

atikel ini merupakan Hadits Bukhari no 3681 yang berkaitan dengan

QS an Naml[27] ayat 80 dan QS Faathir[35] ayat 22

Hadits ini di ambil dari

Kitab Hadits Shahih Bukhari

....Baca Selengkapnya

Tuesday, June 24, 2014

Penjelasan QS Shad[38] ayat 35 dan QS an Naml[27] ayat 39

Qur'an Surat Shaad ayat 35
Telah bercerita kepadaku Muhammad bin Bassyar telah bercerita kepada kami Muhammad binJa'far telah bercerita kepada kami Syu'bah dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya 'Ifrit dari bangsa jin baru saja menggangguku untuk memutuskan shalatku namun Allah menjadikan aku dapat menundukkannya lalu aku tangkap dan hendak mengikatnya pada tiang diantara tiang-tiang masjid hingga tiap orang dari kalian dapat melihatnya. Namun aku teringat akan do'a saudaraku, Nabi Sulaiman 'Alaihissalam; ("Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh seorangpun setelah aku"). (QS. Shad ayat 35). Maka kulepaskan kembali setan itu dalam keadaan hina. Kata 'Ifrit (dalam QS surat an-Naml ayat 39) digunakan untuk setiap orang yang membangkang (durhaka), baik dari kalangan manusia maupun jin. Timbangan kata 'Ifriit seperti kata "zibniyah" yang jamaknya zabaniyah". Sedang 'Ifriit, bentuk jamaknya 'Afaariit.

Keterangan Hadits:
Hadits di atas diambil kitab Shahih Bukhari dengan nomor 3170. Selain dari kitab Shahih Bukhari, hadits dengan sanad dan matan yang sama juga ada dalam kitab Fathul Bari nomor 3423. Menurut ijma ulama, hadits di atas termasuk dalam kategori hadits Shahih. Sehingga bisa dijadikan referensi yang baik untuk mengkaji makna sebuah ayat, maupun untuk digunakan dalam rangka mencari solusi atas sebuah permasalahan. Dilihat dari sisi matannya, hadits di atas termasuk hadits yang berhubungan dengan ayat-ayat al Qur’an. Dalam hal ini, hadits Shahih Bukhari nomor 3170 merupakan penejelasan atau contoh implementasi kandungan dari QS Shad[38] ayat 35 dan QS an Naml[27] ayat 39 pada zaman Rasulullah.
....Baca Selengkapnya

Sunday, June 15, 2014

Penjelasan QS an Naml [27]:80

Untuk mengetahui kandungan makna dalam sebuah ayat al Qur’an seringkali harus melalui kajian terhadap ayat lain, dan atau hadits. Proses pendalaman makna dengan model seperti ini dikenal dengan istilah Tafsir Ma’tsur. QS an Naml [27] ayat 80 merupakan salah satu ayat al Qur’an yang proses pemaknaannya lebih bagus melalui hadits. Hadits yang dimaksud disini adalah hadits shahih yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dengan nomor 1282. Hadits ini juga terdapat delam kitab Fathul Bari dengan nomor hadits 1372. Berikut adalah riwayatnya:
quran surat an naml ayat 80
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Mereka (kaum musyrikin yang terbunuh dalam perang Badar) telah mengetahui sekarang bahwa apa yang aku katakan (terbukti) benar dan Allah telah berfirman (QS An-Naml ayat 80 yang artinya): ("Sungguh kamu tidak akan dapat menjadikan orang yang sudah mati bisa mendengar").
....Baca Selengkapnya

Wednesday, June 11, 2014

Daftar Surat dalam al Qur'an [bagian II]

Al Anbiyaa'     112
Al Hajj     78
Al Mu'minuun     118
An Nuur     64
Al Furqaan     77
Asy Syu'araa'     227
An Naml     93
Al Qashash     88
Al 'Ankabuut     69
Ar Ruum     60
Luqman     34
As Sajdah     30
Al Ahzab     73
Saba'     54
Faathir     45
Yaasiin     83
Ash Shaaffat     182
Shaad     88
Az Zumar     75
Al Mu'min     85
....Baca Selengkapnya