Tentang Blog Asbabun Nuzul Quran

Mimpi besar kami selaku pengelola blog Asbabun Nuzul Quran adalah bisa berbagi seluruh hadits yang berkaitan dengan ayat-ayat al Quran. Menurut software Lidwa (Software 9 Kitab Hadits), ada 4.387 haitds yang berkaitan dengan al Quran. Baik sebagai penjelasan makna, contoh penerapan nilai-nilai ayat al Quran di zaman Rasulullah, atau sebagai asbabun nuzul ayat al Quran.

Pertanyaan yang mungkin muncul dibenak pembaca adalah, untuk apa hadits-hadits tersebut di share? Manfaatnya apa?

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa al Quran diturunkan secara bertahap. Ayat demi ayat, hingga terkumpul menjadi satu surat yang akhirnya menjadi satu kesatuan dalam kitab al Quran. Masing-masing ayat ada yang bersifat “independen” dalam arti turun begitu saja sesuai dengan kehendak Allah SWT, ada juga yang turun dilatar belakangi oleh kejadian tertentu. Ayat-ayat yang “independen”, biasanya bersifat pundamental, informatif, seperti ayat-ayat yang bertema tentang tauhid. Sedangkan ayat yang disertai dengan latar belakang tertentu, biasanya berfungsi sebagai solusi atas masalah yang menjadi latar belakang turunnya ayat tersebut. Inilah yang menjadi salah satu hikmah, mengapa al Quran diturunkan secara bertahap.

Alasan lain untuk apa blog Asbabun Nuzul Quran ini ada

Menurut para ahli, model tafsir itu ada 2 macam. Yaitu tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi. Apa yang dimaksud dengan tafsir bil ma’tsur? “Tafsir bil ma’tsur adalah metode penafsiran dengan cara mengutip,atau mengambil rujukan pada al Quran , hadist Nabi, kutipan sahabat serta tabi’in”. Sedangkan “tafsir bil ra’yi ialah pejelasan-penjelasan yang bersendi kepada ijtihad dan akal, berpegang kepada kaidah-kaidah bahasa dan adat istiadat orang arab dalam mempergunakan bahasanya”. Terkait dengan model tafsir, materi-materi yang ada dalam blog Asbabun Nuzul Quran merupakan referensi utama untuk tafsir bil ma’tsur. Selain sebagai penjelasan makna sebuah ayat, dalam hadits-hadits yang dibagikan dalam blog Asbabun Nuzul Quran tidak jarang mengandung keterangan mengenai ayat lain yang memiliki korelasi dengan ayat yang sedang dikaji. Sehingga bisa memudahkan kita untuk menelusuri rujukan yang ada pada ayat lain, atau pada hadits yang memiliki korelasi dengan ayat yang sedang dikaji, sehingga bisa menghasilkan pemahaman yang utuh terhadap sebuah ayat.

Model penulisan dalam blog Asbabun Nuzul Quran seperti apa?

Dalam hal model penulisan, bisa dibilang Asbabun Nuzul Quran menggunakan model tulisan populis. Istilah arab yang ditulis dengan tulisan latin, beberapa diantaranya ditulis dengan mengesampingkan transliterasi yang seharusnya. Hal ini terpaksa dilakukan agar bisa mengakomodir kebanyakan dari para pembaca yang mencari informasi melalui search engine. Walaupun demikian, penggunaan islitah-istilah yang lebih familiar dengan pembaca, tidak mengurangi substansi materi yang ada pada setiap postingan dalam blog Asbabun Nuzul Quran.

Apakan konten dalam blog Asbabun Nuzul Quran bisa dipertanggung jawabkan?

Dalam hal konten, kami mengambil dari software 9 kitab hadits yang insya Allah bisa dipertanggungjawabkan. Dari sisi penulisan, kami menyajikan apa adanya. Kami juga tidak menambah atau mengurangi substansi dari setiap materi yang di publish. Sebagai upaya “penyempurnaan”, atau lebih tepatnya upaya mengutuhkan materi yang harus disampaikan, kami memberi keterangan mengenai kualitas hadits, nomor hadits, hadits pada kitab yang berbeda, dan disajikan secara deskriptif. Dan semuanya merupakan pendapat para ahli hadits, yang dikutif dari software tersebut.
Sebagai penutup dari kami sebagai pengelola blog Asbabun Nuzul Quran, kami haturkan rasa terimakasih kepada pembaca yang telah berkenan meluangkan waktu untuk berselancar di blog ini. Semoga kita semua diberi keberkahan dari niat baik serta upaya yang telah kita lakukan untuk mengkaji dan mendalami al Quran. Kami berharap, setiap pembaca bisa membagikan tulisan ini baik melalui sosial media, maupun melalui blog lain. Mari kita saling membantu untuk memudahkan orang mendapat hidayah dari mengkaji al Quran.