Friday, June 20, 2014

Asbabunnuzul QS Maryam[19]:49

asbabunnuzul quran surat maryam ayat 49
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 'Adiy dari Syu'bah dari Sulaiman dari Abu Adh-Dhuha dari Masruq dari Khabbab berkata: "Pada masa Jahiliyyah aku adalah seorang tukang besi dan emas dan Al 'Ash bin Wa'il pernah punya hutang kepadaku lalu aku datang menemuinya untuk menagihnya. Dia berkata: "Aku tidak akan bayar kecuali kamu mau mengingkari (kufur) Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ". Aku katakan: "Aku tidak akan kufur sampai kamu dimatikan oleh Allah Ta'ala lalu kamu dibangkitkan. Dia berkata: "Biarkanlah aku sampai aku mati lalu dibangkitkan dan aku diberikan harta dan anak lalu aku bayar hutangku kepadamu". Maka turunlah QS Maryam ayat 49 yang artinya: (" Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat kami dan ia mengatakan: "Pasti Aku akan diberi harta dan anak". Adakah ia melihat yang ghaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan yang Maha Pemurah?").

Keterangan Hadits:
Hadits dengan sanad yang sama terdapat dalam 2 kitab hadits yaitu kitab Shahih Bukhari dengan nomor 1949 serta kitab Fathul Bari dengan nomor 2091. Menurut ijma’ ulama, hadits ini termasuk dalam kategori hadits shahih. sehingga dengan keshahihannya, hadits ini bisa dijadikan sebagai rujukan baik itu untuk menafsirkan sebuah ayat atau sebagai sudut pandang dalam menyelesaikan sebuah masalah. Hadits shahih bukhari nomor 1949 ini termasuk hadits yang berkaitan erat dengan al Qur’an, yaitu sebagai asbabunnuzul QS Maryam ayat 49. Matan hadits berisi mengenai keengganan seorang yang kufur untuk membayar hutang, disertai dengan sikap takabur. Bahkan cenderung maksa si pemberi hutang, untuk mengingkari ke Rashulan nabi Muhammad SAW. Riwayat ini merupakan asbabunnuzul QS Maryam ayat 49.