Friday, June 6, 2014

Penjelasan QS al Baqarah [2] : 159-160

pada kesempatan ini, asbab an nuzul akan menguraikan hasil pemahaman mengenai kandungan makna yang terdapat dalam QS al Baqarah [2] ayat 159-160. Ada sebuah adagium "sampaikanlah walau satu ayat". Dalam konteks ayat-ayat al Qur'an, adagium tersebut bukan semata-mata sebuah rangkaian kata tanpa makna. Secara umum, kandungan makna yang terdapat dalam QS al Baqarah [2] : 159-160, sama dengan adagium tersebut. Sejatinya, manusia memiliki kewajiban untuk menyampaikan sebuah kebenaran. Dalam konteks ini, yang dimaksud dengan kebenaran adalah pesan dari Allah SWT sebagai mana yang terkandung dalam ayat-ayat al Qur'an. Ketika kita memperoleh informasi mengenai kandungan sebuah ayat, yang kontekstual dengan permasalahaan yang ada, maka kita wajib mendahulukan model penyelesaian masalah sebagaimana yang terkadung dalam ayat tersebut. Bagaimana redaksinya? Berikut adalah penampakannya:
qs al baqarah [2] ayat 159-160
Adapun contoh implementasi ayat tersebut pada masa jumhur ulama diantaranya tercermin dalam riwayat di bawah ini:

qs al baqarah ayat 159-160
Telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepadaku Malik dari Ibnu Syihab dari Al A'raj dari Abu Hurairah berkata, "Sesungguhnya orang-orang mengatakan, "Abu Hurairah adalah yang paling banyak (menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam), kalau bukan karena dua ayat dalam Kitabullah aku tidak akan menyampaikannya." Lalu dia membaca ayat: '(Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa penjelasan dan petunjuk) ' ……hingga akhir ayat.. '(Allah Maha Penyayang) ' (Qs. Al Baqarah: 159-160). Sesungguhnya saudara-saudara kita dari kalangan Muhajirin, mereka disibukkan dengan perdagangan di pasar-pasar, dan saudara-saudara kita dari kalangan Anshar, mereka disibukkan dengan pekerjaan mereka dalam mengurus harta mereka. sementara Abu Hurairah selalu menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan lapar, ia selalu hadir saat orang-orang tidak bosa hadir, dan ia dapat menghafal saat orang-orang tidak bisa menghafalnya."
Semoga, sedikit tulisan ini bisa menjadi wasilah bagi kita untuk lebih berani memberikan solusi pada permasalahan hidup, dengan mengutamakan bentuk-bentuk penyelesaian masalah seperti yang terdapat dalam ayat-ayat al Qur'an.