Monday, June 23, 2014

Penjelasan QS al Ma’idah[5]:14

Qur'an Surat al Ma'idah ayat 14
Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Sabiq atau Al Fadhal bin Ya'qub darinya telah bercerita kepada kami Syaiban Abu Mu'awiyah dari Firas berkata; asy-Sya'biy berkata telah bercerita kepadaku Jabir bin 'Abdullah Al Anshoriy radliallahu 'anhuma bahwa bapaknya mati sebagai syahid pada perang Uhud dan meninggalkan enam anak perempuan serta hutang. Ketika tiba musim panen buah kurma aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu aku katakan: "Wahai Rasulullah, sungguh Tuan telah mengetahui bahwa bapakku telah mati syahid pada perang Uhud dan dia meninggalkan hutang yang sangat banyak dan aku suka bila para piutang dapat melihat Tuan. Maka Beliau bersabda: "Pegilah kamu ke kebunmu dan pisahkanlah masing-masing kurma jenis sesuai jenisnya". Maka aku kerjakan lalu aku memanggil Beliau. Ketika mereka melihat Beliau, mereka segera saja mendesakku untuk melunasi hutang pada saat itu juga. Tatkala Beliau melihat apa yang mereka kerjakan, Belia mengelilingi salah satu tempat menebah kurma yang paling besar sebanyak tida kali kemudian duduk di dekatnya lalu berkata: "Panggillah sahabat-sahabatmu". Dan Beliau terus saja menimbang kurma untuk mereka higga akhirnya Allah (dengan izin-Nya) menyelesaikan amanah bapakku dan demi Allah telah ridha dengan terlunaskannya amanah bapakku dan aku pulang kepada saudara-saudara perempuanku tidak membawa sebutir buah kurma pun. Dan demi Allah, tempat menebah kurma masih utuh seperti sebelumnya seolah tidak berkurang satu butirpun buah kurmanya". Berkata Abu 'Abdullah Al Bukhariy: "ughruu bii artinya hiijuw bii (timbul/spontan) sepereti firman Allah "fa aghrainaa bainahul 'adaawata wal baghdhao' (Maka kami tibmbulkan diantara mereka permusuhan dan kebencian)

Keterangan Hadits:
Hadits di atas diambil dari kitab Shahih Bukhari nomor 2573. Selain dalam kitab Shahih Bukhari, hadits dengan sanad dan matan yang sama juga terdapat dalam kitab Fathul Bari nomor 2781. Menurut ijma’ ulama, hadits ini termasuk dalam golongan hadits shahih. sehingga bisa dijadikan referensi, baik dalam upaya mendalami makna sebuah ayat, maupun untuk mencari solusi atas permasalahan. Matan hadits berisi mengenai penjelasan QS al Ma’idah ayat 14.