Wednesday, July 9, 2014

Penjelasan QS Thaahaa[20] ayat 96

Bismillahirrahmaanirrahiim...
Alhamdulillah, pada kesempatan ini Asbabun Nuzul Qur'an bisa kembali berbagi Hadits. Sebuah hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Qur'an, baik sebagai penjelasan, implementasi kandungan makna sebuah ayat, maupun sebagai AsbabunNuzul sebuat ayat al Qur'an. Sebelumnya, kami telah berbagi hadits Bukhari nomor 3744 yang matannya berkaitan dengan QS an Nisaa'[4] ayat 88. Bagi yang ingin menyegarkan kembali ingatannya mengenai tulisan sebelumnya, bisa di lihat pada link http://asbabunnuzulquran.blogspot.com/2014/07/penjelasan-qs-nisaa4-ayat-88.html dengan judul Penjelasan QS an Nisaa'[4] ayat 88 .
Pada tulisan ini, Asbabun Nuzul Qur'an akan kembali berbagi mengenai Hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Qur'an. Mari kita kaji Hadits di bawah ini!
qur'an surat thaahaa ayat 96
Telah menceritakan kepadakju 'Ubaidullah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam bin 'Urwah dari Ayahnya dari 'Aisyah radliallahu 'anha, dia berkata, "Ketika perang Uhud berkecamuk, kaum Musyrikin menderita kekalahan telak, lalu Iblis -laknatullah- berteriak memanggil, "Wahai hamba-hamba Allah, musuh berada di belakang kalian!" Maka pasukan depan kembali mendatangi pasukan yang di belakang dan bertempur menghadapi pasukan yang di belakang (hingga terjadi pertempuran sesama Kaum Muslimin). Hudzaifah memperhatikan pertempuran itu, ternyata dia melihat bapaknya (Al Yaman), dia lalu berseru, "Wahai hamba-hamba Allah, itu adalah ayahku, itu adalah ayahku!" 'Aisyah berkata, "Demi Allah, pasukan tersebut (kaum Muslimin) tidak mempedulikannya, hingga mereka membunuh ayahnya." Hudzaifah kemudian berkata, "Semoga Allah mengampuni kalian." 'Urwah mengatakan, "Demi Allah, sejak peristiwa itu, Hudzaifah senantiasa mendapatkan kebaikan hingga bertemu dengan Allah (meninggal dunia)." Kata "Bashartu" maknanya adalah, aku mengetahui perkara itu dengan bashirah (matahati), sedangkan 'Abshartu" dari kata "Basharil 'ain (melihat dengan mata), dikatakan "Bashartu" dan "Abshartu", maknanya sama."

Keterangan Hadits:
Kutipan Hadits di atas diambil kitab Shahih Bukhari dengan nomor 3758. Selain dari kitab Shahih Bukhari, hadits dengan sanad dan matan yang sama juga terdapat dalam kitab Fathul Bari nomor 4065. Menurut ijma ulama, hadits di atas termasuk dalam kategori hadits Shahih. Sehingga bisa dijadikan referensi yang baik untuk mengkaji makna sebuah ayat, maupun digunakan dalam rangka mencari solusi atas sebuah permasalahan. Dilihat dari sisi matannya, hadits di atas termasuk hadits yang memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat al Qur'an. Dalam hal ini, hadits Bukhari nomor 3758 merupakan riwayat yang menjelaskan kandungan makna sebuah ayat al Qur'an, atau sebagai riwayat yang berisi mengenai gambaran implementasi kandungan makna dari QS Thaahaa[20] ayat 96.

Teimakasih telah berkunjung di

Asbabun Nuzul Qur'an

artikel yang sedang dibaca berjudul

Penjelasan QS Thaahaa[20] ayat 96

atikel ini merupakan Hadits Bukhari no 3758 yang berkaitan dengan

QS Thaahaa[20] ayat 96

Hadits ini di ambil dari

Kitab Hadits Shahih Bukhari