Saturday, July 19, 2014

Quran Surat ali 'Imran ayat 187-188|Penjelasan

Ikhtisar Quran Surat ali 'Imran[3] ayat 187-188, kaitannya dengan kandungan Hadis Bukhari Nomor 4202

Quran Surat ali 'Imran[3] ayat 187-188 di dalamnya memaparkan mengenai tema "Gajaran untuk sikap ingin dipuji". Riwayat yang berkaitan dengan Quran Surat ali 'Imran[3] ayat 187-188 diantaranya adalah Hadis Bukhari nomor 4202 dalam kitab Shahih Bukhari. Mengenai isi hadis yang terkait dengan Quran Surat ali 'Imran[3] ayat 187-188 ini, akan dielaborasi (dipaparkan lebih detail) pada kajian di bawah ini.

Kajian Quran Surat ali 'Imran[3] ayat 187-188, kaitannya dengan kandungan Hadis Bukhari Nomor 4202

Bismillahirrahmaanirrahiim...
Alhamdulillah, pada kesempatan ini Asbabun Nuzul Quran bisa kembali berbagi Hadits/Hadis/Hadith (macam-macam orang menyebutnya). Yaitu berbagi sebuah hadis yang memiliki kaitan dengan ayat-ayat al Quran (Qur’an/al Qur’an), baik sebagai penjelasan, implementasi kandungan makna sebuah ayat, maupun sebagai Asbabun Nuzul sebuah ayat al Quran. Sebelumnya, kami telah berbagi Hadis Bukhari nomor 4199 yang matannya berkaitan dengan Quran Surat ali 'Imran[3] ayat 180. Bagi yang ingin menyegarkan kembali ingatan mengenai tulisan kami sebelumnya, bisa dikaji melalui link http://asbabunnuzulquran.blogspot.com/2014/07/quran-surat-ali-imran-ayat-180penjelasan.html dengan judul Quran Surat ali 'Imran[3] ayat 180 | Penjelasan .
Pada tulisan ini, Asbabun Nuzul Quran akan kembali berbagi hadis yang memiliki kaitan dengan ayat-ayat al Quran. Mari kita kaji hadits di bawah ini!
Quran Surat ali 'Imran ayat 187-188
Telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Musa Telah mengabarkan kepada kami Hisyam bahwa Ibnu Juraij Telah menceritakan kepada mereka dari Ibnu Abu Mulaikah bahwa 'Alqamah bin Waqqash telah mengabarkan kepadanya bahwasannya Marwan berkata kepada penjaga pintunya; "Wahai Abu Rafi', pergilah menemui Ibnu Abbas, tanyakan kepadanya; 'Apabila setiap orang dari kita akan disiksa karena merasa senang dengan apa yang dia kerjakan dan suka untuk dipuji terhadap apa yang belum dia kerjakan, dengan demikian berarti kita semua akan di adzab? Ibnu Abbas berkata; 'Ada apa dengan ayat ini? ' Ayat ini hanya di turunkan mengenai orang Yahudi.." Yaitu ketika nabi shallallahu 'alaihi wasallam menanyakan kepada mereka tentang sesuatu, namun mereka menyembunyikannya dan mengabarkan hal yang lain. Lalu mereka perlihatkan kepada beliau bahwa mereka berhak mendapat pujian dari apa yang telah mereka kabarkan itu dan mereka senang dengan apa yang telah mereka kerjakan, yaitu sikap mereka yang menyembunyikan sesuatu yang beliau tanyakan.' Lalu Ibnu Abbas membaca ayat; "Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi (yaitu), "Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (isi kitab itu) kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya." (Ali Imran: 187). Dan Ibnu Abbas membaca ayat; "Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan. (Ali Imran: 188). Dan diriwayatkan pula oleh 'Abdur Razzaq dari Ibnu Juraij Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Telah menceritakan kepada kami Ibnu Muqatil Telah mengabarkan kepada kami Al Hajjaj dari Ibnu Juraij Telah mengabarkan kepadaku Ibnu Abu Mulaikah dari Humaid bin 'Abdur Rahman bin 'Auf bahwasanya ia telah mengabarkan kepadanya mengenai kisah Marwan ini.

Keterangan Hadits Bukhari Nomor 4202 terkait dengan Quran Surat ali 'Imran[3] ayat 180

Riwayat hadis tersebut berisi mengenai tema “Gajaran untuk sikap ingin dipuji”. Kutipan hadis di atas diambil kitab Shahih Bukhari dengan nomor 4202. Selain dari kitab Shahih Bukhari, hadis dengan sanad dan matan yang sama juga terdapat dalam kitab Fathul Bari nomor 4568. Menurut ijma ulama, hadis di atas termasuk dalam kategori hadis Shahih. Sehingga bisa dijadikan referensi yang baik untuk mengkaji makna sebuah ayat, maupun digunakan sebagai inspirasi dalam rangka mencari solusi atas sebuah permasalahan. hadis ini juga merupakan rujukan yang kuat untuk mendalami makna Quran Surat ali 'Imran[3] ayat 187-188, dilihat dari sisi metode tafsir bil Ma’tsur khususnya tafsir Quran bil Hadis. Walaupaun, tidak sedikit hadis yang didalamnya menjelaskan keterkaitan ayat dengan ayat lainnya, atau yang disebut dengan istilah tafsir bil Ma’tsur ayat bil ayat. Sehingga bisa dikatakan bahwa kajian seperti ini, menurut teori metodologi tafsir bil ma’tsur merupakan “pintu gerbang” utama untuk membuka “tabir” makna secara utuh sebuah ayat al Quran.
Dilihat dari sisi matannya (isi/kandungan), hadis di atas termasuk hadis yang memiliki kaitan dengan ayat-ayat al Quran. Dalam hal ini, Hadis Bukhari nomor 4202 berisi mengenai riwayat yang menjelaskan kandungan makna sebuah ayat al Quran, dan atau sebagai riwayat yang memaparkan contoh penerapan kandungan makna ayat al Quran di zaman Rasulullah SAW. Dalam konteks hadis ini, yaitu terkait dengan Quran Surat ali 'Imran[3] ayat 187-188.

Terimakasih telah berkunjung di

Asbabun Nuzul Qur'an

artikel yang sedang dibaca berjudul

Quran Surat ali 'Imran[3] ayat 187-188 | Penjelasan

atikel ini bersumber pada sebuah hadits shahih, yaitu Hadits Bukhari no 4202 yang didalamnya berkaitan dengan

Quran Surat ali 'Imran[3] ayat 187-188

Hadits ini di ambil dari

Kitab Hadits Shahih Bukhari