Saturday, June 7, 2014

Asbabunnuzul QS. Huud [11] : 114

Setelah sekilas membaca asbabunnuzul QS. Huud [11] : 114, yang terlintas dalam benak adalah bahwa Allah itu benar-benar maha pengampun. Untuk mengampuni dosa hambanya, Allah hanya menyuruh seperti apa yang ada dalam QS. Huud [11] : 114. berikut adalah terjemahnya "Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.". Bagaimana riwayat yang menjadi asbabunnuzul ayat tersebut? berikut adalah riwayatnya!
asbabunnuzul surat huud ayat 114
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' dari Sulaiman At Taimi dari Abu 'Utsman An Nahdi dari Ibnu Mas'ud, bahwa ada seorang laki-laki mencium seorang wanita, ia lalu mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mengabarkan kepada beliau. Maka turunlah firman Allah: '(Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk).' (Qs. Huud: 114). Laki-laki itu lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah ini khusus buatku?" beliau menjawab: "Untuk semua umatku."
Keyakinan akan sifat Allah yang maha pengampun, merupakan salah satu hal yang mutlak dimiliki oleh seluruh umat manusia. Akan tetapi, itu tidak berarti bahwa kita bisa memanfaatkannya untuk hidup semena-mena, bermain-main dengan dosa. Keyakinan lain yang harus ditanamkan adalah, setiap larangan-larangan Allah jika dilakukan, selain melanggar ketentuan Allah (vertikal), itu akan berdapak sosial (horizontal). Baik pada diri sendiri, maupun secara kolektif. Walaupun Allah maha pengampun, jika kita bermain-main dengan larangan Allah, maka sudah pasti dampak sosial menjadi resiko yang harus di tanggung. Ikuti perintahnya, jauhi larangannya, merupakan rumus hidup sederhana yang bisa mengantarkan kita pada kesuksesan dunia & akhirat. Dan semoga, dengan mengkaji al Qur'an beserta makna dan asbabunnuzulnya, bisa mengantarkan kita menjadi orang yang tergolong mengikuti perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.