Tuesday, June 24, 2014

Penjelasan QS al Anbiya[21] ayat 104

Qur'an Surat al Anbiya ayat 104
Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Yusuf telah bercerita kepada kami Sufyan dari Al Mughirah bin an-Nu'man dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam besabda: ""Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (pada hari qiyamat) dalam keadaan telanjang dan tidak dikhitan". Lalu Beliau membaca firman Allah QS al-Anbiya' ayat 104 yang artinya ("Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan yang pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti dari Kami. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya"). Dan orang yang pertama kali diberikan pakaian pada hari qiyamat adalah Nabi Ibrahim 'alaihis salam kemudian ada segolongan orang dari sahabtaku yang akan diambil dari arah kanan dan kiri lalu aku katakan: "Itu Sahabatku". Maka diberitakan kepadaku: "Sesungguhnya mereka telah menjadi murtad (keluar dari Islam) sepeninggal kamu". Aku pun hanya bisa mengatakan sebagaimana ucapan hamba yang shalih, 'Isa bin Maryam 'alaihis salam: ("Dan aku menjadi saksi atas mereka selagi aku bersama mereka. Namun setelah Engkau mewafatkan aku Engkaulah yang mengawasi mereka dan Engkau Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka maka mereka adalah hamba-hamba-Mu dan jika Engkau mengampuni mereka sungguh Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"). (QS al-Maidah ayat 117 - 118). Muhammad bin Yusuf Al Farabriy berkata: "Diceritakan dari Abu 'Abdullah dari Qabishah berkata: 'Murtaddun disini adalah orang-orang yang murtad (keluar dari Islam karena menolak membayar zakat) pada zaman (khalifah) Abu Bakr lalu Abu Bakr radliallahu 'anhu memerengi mereka".

Keterangan Hadits:
Hadits di atas diambil kitab Shahih Bukhari dengan nomor 3191. Selain dari kitab Shahih Bukhari, hadits dengan sanad dan matan yang sama juga ada dalam kitab Fathul Bari nomor 3447. Menurut ijma ulama, hadits di atas termasuk dalam kategori hadits Shahih. Sehingga bisa dijadikan referensi yang baik untuk mengkaji makna sebuah ayat, maupun untuk digunakan dalam rangka mencari solusi atas sebuah permasalahan. Dilihat dari sisi matannya, hadits di atas termasuk hadits yang berhubungan dengan ayat-ayat al Qur’an. Dalam hal ini, hadits Shahih Bukhari nomor 3191 merupakan penejelasan atau contoh implementasi kandungan dari QS al Anbiya[21] ayat 104 pada zaman Rasulullah.