Wednesday, June 18, 2014

Penjelasan QS al Baqarah[2]:196 Bag II

Ternyata, permasalahan kutu dikepala sudah ada sejak zaman Rasul. Lantas bagaimana penanganannya pada saat itu? Untuk menjawabnya, ada baiknya kita kaji QS al Baqarah[2]:196. Secara garis besar, QS al Baqarah[2]:196 mengkaji mengenai keutaman rangkaian Haji dan Umroh. Hanya sedikit yang terkait dengan permasalahan ini. “("....Maka barangsiapa dari kalian yang sakit atau tertimpa sesuatu pada kepalanya...”. Jika hanya melihat potongan ayat tersebut, sepintas terlalu jauh jika dikaitkan dengan masalah kutu. Akan tetapi, ada penjelasan yang lebih spesifik dari Hadits shahih no 1687 dalam kitab Shahih Bukhari. Hadits dengan riwayat yang sama, juga terdapat dalam kitab Fathul Bari dengan nomor 1815. Untuk lebih jelasnya, mari kita kaji Hadits di bawah ini!
surat al baqarah ayat 196
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Sayf berkata, telah menceritakan kepada saya Mujahid berkata, aku mendengar 'Abdurrahman bin Abu Laila bahwa Ka'ab bin 'Ujrah radliallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menghampiriku di Hudaibiyah ketika kepalaku dipenuhi kutu, Beliau berkata: "Barangkali kamu terkena serangga (kutu di kepala)?". Aku jawab: "Benar, wahai Rasulullah". Maka Beliau berkata: "Cukurlah rambutnu". Atau dia berkata: "Ayat ini turun untukku" (QS Al Baqarah ayat 196 yang artinya): ("....Maka barangsiapa dari kalian yang sakit atau tertimpa sesuatu pada kepalanya...) hingga akhir ayat. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Laksanakanlah shaum tiga hari atau bershadaqah sebanyak faraq (tiga sha') terhadap enam orang atau berqurban dengan yang mudah buatmu".