Sunday, June 15, 2014

Penjelasan QS al Kahfi [18]:54 tentang Takdir

Takdir memang tidak akan lepas dari manusia. Akan tetapi, pemaknaan terdahap terminologi takdir itu berbeda-beda. Ada yang bisa membuat lebih “getol” beribadah, namun disisi lain banyak juga yang karena pemaknaan akan takdirnya malah membuat tidak produktif beribadah dengan dalih sudah takdirnya. Sikap yang kedua, sesungguhnya tidak disukai oleh Rasulullah. Hal ini tergambar dalam sebuah riwayat dibawah ini yang berkaitan dengan QS al Kahfi [18] : 54.
quran surat al kahfi ayat 54
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Ali bin Husain bahwa Husain bin 'Ali mengabarkannya bahwa 'Ali bin Abu Tholib radliallahu 'anhu menceritakan kepadanya bahwa pada suatu malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membangunkan dia dan Fathimah putri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata: "Mengapa kalian tidak shalat malam? Maka aku (Ali) menjawab: "Wahai Rasulullah, jiwa-jiwa kami ada di tangan Allah, jika Dia menghendaki membangunkan kami pasti kami akan bangun juga". Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berpaling pergi ketika kami mengatakan seperti itu dan Beliau tidak berkata sepatah katapun. Kemudian aku mendengar ketika Beliau pergi sambil memukul pahanya berkata: "Memang manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. (QS Al Kahfi: 54).
Menurut ijma ulama, hadits tersebut termasuk dalam kategori hadits shahih. Hadits tersebut ada dalam kitab Shahih Bukhari dengan nomor 1059. Selain dalam kitab Shahih Bukhari, hadits tersebut juga ada dalam kitab Fathul Bari dengan nomor 1127.