Thursday, June 5, 2014

Asbabunnuzul QS al Qiyaamah [75] : 16-19

Pada kesempatan ini, blog asbab an nuzul akan menyajikan sebuah riwayat, dimana riwayat ini merupakan latar belakang turunnya Asbabunnuzul QS al Qiyaamah [75] : 16-19. Riwayat tersebut tertuang dalam sebuah hadits shahih yang terdapat dalam kitab shahih bukhari. Sebuah hadits dengan nomor urut 4 dalam kitab shahih bukhari. Dilihat dari sanadnya, menurut hasil ijma’ para ulama, dikatakan bahwa hadits ini memenuhi kualifikasi sebagai hadits shahih. Berikut adalah terjemah hadits no 4 dalam kitab shahih bukhari, yang menceritakan latar belakang turunnya QS al Qiyaamah [75] : 16-19.
“Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Musa bin Abu Aisyah berkata, Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas tentang firman Allah Ta'ala: (Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat ingin (menguasainya)." Berkata Ibnu 'Abbas: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat kuat keinginannya untuk menghafalkan apa yang diturunkan (Al Qur'an) dan menggerak-gerakkan kedua bibir Beliau." Berkata Ibnu 'Abbas: "aku akan menggerakkan kedua bibirku (untuk membacakannya) kepada kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukannya kepadaku". Berkata Sa'id: "Dan aku akan menggerakkan kedua bibirku (untuk membacakannya) kepada kalian sebagaimana aku melihat Ibnu 'Abbas melakukannya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menggerakkan kedua bibirnya, Kemudian turunlah firman Allah Ta'ala: Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya". Maksudnya Allah mengumpulkannya di dalam dadamu (untuk dihafalkan) dan kemudian kamu membacanya: "Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu". Maksudnya: "Dengarkanlah dan diamlah". Kemudian Allah Ta'ala berfirman: "Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. Maksudnya: "Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya" Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sejak saat itu bila Jibril 'Alaihis Salam datang kepadanya, Beliau mendengarkannya. Dan bila Jibril 'Alaihis Salam sudah pergi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membacakannya (kepada para sahabat) sebagaimana Jibril 'Alaihis Salam membacakannya kepada Beliau shallallahu 'alaihi wasallam”
Semoga tulisan ini bisa menjadi bagian penting dalam memaknai kandungan QS al Qiyaamah [75] : 16-19. Sebagai sebuah solusi yang langsung diturunkan Allah untuk mengatasi masalah. Karenanya, memahami latar belakang turunnya, merupakan hal yang penting agar bisa diterapkan sesuai dengan konteksnya.